Melihat anak anak yang berada di dalamnya membuat gue merasa enggak nyaman. Contoh satria, yang katanya suka ribut ditambah Iqbal yang pny kasus banyak sama guru; dhea, odie, tya, mutia, dinia yang jago inggrisnya; Dhepe, Sheby yang dari XC yang gue anggap kelas yang agak brandal (maaf. Kan cuma pendapat). Pokoknya pertama gue masuk di kelas itu gue merasa gak bakal gue dapet kelas yang kayak XH yang anaknya kompak, alim, patuh, dkk, pokoknya yang baik baik. Gue merasa gue gak bakal bisa serius belajar karena anak anaknya yang ribut. Tapi ternyata setelah berjalan setengah tahun gue mulai bisa berbaur, apalagi selama setahun semuanya terasa lengkap. Tapi rasanya kurang bila 1 tahun tersebut. Gue bersyukur banget selama 3 tahun terakhir dapet kelas yang perfect : SPARTAN, EXHSCLAFE, OTRSPC. Mereka mempunyai ciri khas masig masing. SPARTAN yang penghuninya mempunyai ibu yang baik, EXHSCLAFE yang menampatinya patuh sama guru, OTRSPC yang harus bilang solid bila teman satu kesusahan.Pokoknya tiga kelas itu the best deh bagi gue. Balik ke topic pembicaraan, setelah melihat anak anaknya yang seperti itu gue punya tekad, gue harus mengajarkan kebaikan di situ (sok banget yang gue), misi gue di mulai dari gue harus masuk ke dalam dunia mereka, setelah menelusuri dunia mereka ternyata asyik juga, mereka hidup tanpa beban, karena mereka gak pernah mementingkan nilai, mereka cuma berpikir yang penting tuntas. Satria yang selalu mencontek saat ulangan dan pasti aja ada yang ngasih jawaban, di sana terlihat sekali kesolidan mereka, gak ada yang merasa dibebani oleh tingkah satria(maaf sat, buka aib). Terus klo lagi gak ada guru, akhir akhir ini anak anak main “super zonk 2 milyar” yang isinya zonk mulu. Pokoknya tim kreatifnya top banget, soalnya di kelas sana isinya pelawak semua, klo panjul, apis, iqbal, dkk yang cwo bergabung, gak bisa mingkep dh kalian, ketawa mulu. Apalagi ya? oh ia dhea yang selalu mengganggu pendatang baru di kelas ini seperti mba mba seni rupa yang masuk ke kelas tuk bikin film indie kali ya tentang OTRSPC. Pokonya 80 jempol gue angkat tuk kelas ini. Walaupun mereka agak bandel tapi mereka tetep memikirkan nilai ko. oh ia untuk menjaga gue agar tidak terperosok terlalu dalam gue bergabung dengan Sarah, Nurul, dan Ninis yang pendiam di kelas dari mereka terutama Ninis gue belajar untuk tidak mencontek dan Alhamdulillah berhasil. Terus untuk Irma, dia itu tempat gue menghilangkan bad mood.
Kan tadi udh dikasih tau keunggulan kelas ini sekarang gue mau kasih tau yang gue gak suka dari kelas ini, awal masuk gue nemuin banyak anak yang belum mengerti tanggung jawab mereka sebagai seorang muslim (maaf banget yang tersinggung), tapi mengikuti jalanya waktu banyak yang berubah ko dan semester dua ini banyak juga ko yang bantuin gue untuk jadi alarm saat zuhur. Masalah menghargai sama guru tidak sedikit anak yang tidak hormat sma guru, seperti tidak memperhatikan saat diajar atau membentak guru saat tindakan guru tersebut tak di suka. Terus 1 lagi yang gue gak suka dari kelas ini saat tadarus, yang lagi gak baca, masih ada aja yang ngobrol, ngobrol boleh tapi hargain dong yang lagi baca karena suara kalian itu menyaingi anak yang tadarus, terus ada juga yang mainin al’quran (diputer puter kek buku gitu). Mungkin cukup di masalah iman aja sih yang gue ga suka selebihnya top. Iman mereka masih kurang dan semoga kelas XII nanti mereka pada tobat dan klo kita berpisah(ga mau!!!kenapa harus berpisah saat lagi asyik asyiknya?) gue berharap masih ada yang menjadi alarm zuhur mereka. Pokoknya sukses untuk kalian semua semoga Allah selalu melindungi kita.AMIN. dan semoga acara ke Anyer nya berjalan sukses. Mohon maaf bila ada kata kata yang tidak berkenan di hati para pembaca. Akhir kata wassalamu’alaikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar